Memahami Jakarta(3)

Etnis Betawi, suatu entitas suku bangsa yang mendominasi masyarakat Jakarta. Seperti pada pembahasan sebelumnya, nama Betawi merupakan sebuah bentuk penyebutan terhadap masyarakat yang mendiami Batavia pada masa kolonialias Belanda. Asal usul etnis Betawi pun ditengarai berasal dari berbagai suku bangsa. Baik itu berasal dari suku bangsa pribumi seperti halnya Sunda. Maupun berasal dari suku bangsa asing diluar nusantara, seperti Arab, Cina, Portugis, hingga Belanda.

Dengan demikian terlihat betapa beranekaragamnya suku bangsa yang melebur menjadi satu, yaitu etnis Betawi yang notabene-nya di kenal sebagai tuan tanah di Kota Jakarta. Peleburan beragam sub-etnis tersebut mengindikasikan bahwa etnis Betawi merupakan suatu entitas budaya yang baru. Karena memiliki kebudayaan yang berbeda dengan masyarakat di sekitarnya, terutama Sunda.

Perbedaan diantara budaya Betawi dengan Sunda tidaklah signifikan, yang menghilangkan adanya unsur persamaan didalamnya. Justru unsur-unsur persamaan diantaranya masih tetap terjaga. Hal tersebut dapat dijumpai dalam aspek bahasa. Banyak kosa kata bahasa Sunda yang masih tetap digunakan oleh masyarakat Betawi di Jakarta dan sekitarnya.

Terutama bagi masyarakat Betawi yang berdomisili di wilayah Tanggerang, Bekasi, Depok, yang letaknya di sekitar Jakarta. Mereka masih banyak yang menggunakan ragam bahasa Sunda. Seperti kata “terlalu” yang berarti “pisan” dalam bahasa Sunda, ternyata masih pula digunakan oleh masyarakat Betawi sekitar Jakarta. Hal tersebut disinyalir karena factor geografis wilayah tersebut yang berbatasan langsung dengan daerah Banten maupun Jawa Barat yang masih menggunakan bahasa Sunda.

Peleburan beragam sub-etnis tersebut menjadi sebuah etnis baru merupakan hasil dari adanya kontak budaya. Adanya akulturasi, asimilasi maupun hibridisasi, merupakan contoh dari hubungan antar suku bangsa yang berlangsung lama. Namun peleburan atau adanya kontak antara berbagai etnis maupun suku bangsa ternyata tidaklah menghilangkan unsur budaya lama. Justru kebudayaan baru yang dihasilkan dapat bersinergis dan menciptakan kehidupan yang harmonis dalam bingkai keanekaragaman tanah air tercinta.

(bersambung)

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s