Memahami Jakarta(2)

Keanekaragaman, sebuah niscaya yang mewarnai Jakarta. Seperti dalam konteks etnisitas dan agama. Sejarah yang melatari berdirinya Kota Jakarta kental akan dinamika. Tatkala Kota Jakarta masih bernama Sunda Kelapa, berdiamlah suatu suku bangsa. Yaitu suku bangsa Sunda, yang mendiami wilayah barat pula Jawa.

Kemudian dengan kian tersohornya Sunda Kelapa di telinga bangsa Asia maupun Eropa. Datanglah bangsa Asia dan Eropa dengan berbagai motif yang melatarinya. Mulai dari alasan untuk menjalin hubungan dalam bidang perekonomian, mensyiarkan ajaran keagamaan, hingga motif imperialisme untuk memperluas daerah kekuasaan di Asia Tenggara.

Namun dari sekian motif yang melatari berbagai bangsa asing, Asia maupun Eropa, untuk datang ke Sunda Kelapa. Ternyata tak semuanya hanya terpaku pada alasan tersebut saja. Justru karena terjadinya persinggungan antara bangsa asing dengan masyarakat pribumi atau Sunda, akhirnya mengakibatkan timbulnya suatu kontak budaya.

Peristiwa itu yang perlahan, seiring waktu berjalan, membaurkan bangsa asing dengan  pribumi nusantara. Serta membiaskan motif-motif awal kedatangan mereka ke Sunda Kelapa. Sehingga menciptakan suatu tatanan kehidupan yang baru dengan kebhinekaan didalamnya.

Keadaan tersebut berulang dari masa Sunda Kelapa, Jayakarta, Batavia, hingga Jakarta. Mulai dari masa Kerajaan Sunda, Kerajaan Islam Demak, Kolonialis Belanda, hingga Indonesia merdeka. Hal itulah yang kian memajemukkan kondisi sosial di Jakarta. Berbagai etnis, beragam adat-istiadat, berbhineka budaya, hingga bermacam agama tumpah ruah di sana.

Masyarakat Betawi yang mendominasi Jakarta

Berbicara etnisitas, sesungguhnya terdapat beragam etnis di Jakarta. Namun yang mendominasi dan menjadi tuan rumah adalah etnis Betawi yang telah mendiami lama Jakarta.[20] Hal itu telah tampak dari suatu proto type etnis Betawi pada abad ke-19, yang memiliki cara dan kesenian yang berbeda dengan masyarakat Sunda pada umumnya.[21] Mengingat letak geografis Jakarta berada dalam wilayah Jawa Barat yang notabene-nya beretnis Sunda.

Etnis Betawi memang memiliki karakteristik khusus dibandingkan dengan masyarakat Sunda. Hal tersebut karena adanya unsur budaya asing yang membaurinya. Seperti budaya Arab, Portugis, Belanda, maupun Cina. Berbagai unsur budaya asing itu mempengaruhi budaya lokal, mengkolaborasinya dengan unsur budaya lama. Sehingga menciptakan budaya, adapt-istiadat, maupun kesenian baru yang berbeda.

Masyarakat Betawi dan ragam budaya

Pengaruh unsur budaya asing yang menghiasi ragam seni masyarakat Betawi dapat di lihat dari seni musik, tari maupun drama.[22] Salah satu contohnya terlihat jelas dalam seni musik maupun suara. Seperti gambang kromong ataupun tanjidor yang memiliki keidentikan dengan budaya Eropa.

Begitu pula dengan pengaruh budaya Asia, khususnya Arab maupun Cina. Hal itu terlihat dalam pakaian adat perkawinan bagi sang mempelai wanita. Busana sang mempelai wanita biasanya memiliki hiasan cadar pada wajahnya. Hiasan atau aksesoris tersebut merupakan bentuk adopsi dari budaya Cina.

Masih banyak contoh lain yang dapat menggambarkan adanya unsur akulturasi dalam adat etnis Betawi atau masyarakat Jakarta. Namun teori mengenai asal usul nama etnis Betawi masih mengundang banyak tanya. Ada yang mengatakan bahwa nama atau istilah “betawi” digunakan untuk menyebut nama masyarakat yang tinggal di Batavia. Penyebutan tersebut dikarenakan dialek masyarakat pribumi kala itu yang sulit melafalkan bunyi “vi” atau “via”. Sehingga menyebut Batavia dengan “batawia”, “batawi”, menjadi “betawi” hingga sekarang yang telah berganti era.

(bersambung)


[20] Ibid., (http://www.jakarta.go.id/v70/index.php/en/component/content/article/135-fron-page-art-pict/375-budaya)

[21] Ibid.,

[22] Ibid.,

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s