Memahami Jakarta(1)

Jakarta, sebuah kota yang memiliki nilai historis didalamnya. Setelah pada era sebelumnya mengalami banyak pergantian nama, seiring pula dengan silih-bergantinya rezim yang menguasainya. Mulai hanya dari penyebutan bagi sebuah daerah kecil berupa pelabuhan di utara pulau Jawa, yaitu Sunda Kelapa. Kemudian diubah oleh Fatahillah menjadi Jayakarta, lalu di ganti kembali oleh Kolonialis Belanda menjadi Batavia. Kini nama Jakarta-lah yang di gunakan untuk menyebut nama daerah tersebut pasca Indonesia merdeka.

Perubahan nama yang dialami, mengindikasikan bahwa sejak dahulu Jakarta telah memiliki ragam pesona. Bukan hanya terdengar dalam linkup nusantara, tetapi telah menggema ke berbagai penjuru dunia. Bahkan sampai ke tanah Cina, India, Arab, Persia maupun hingga ke dataran Eropa. Maka tak heran jika sejak abad ke-14 telah terjalin suatu bentuk kerjasama.

Perniagaan antar bangsa di Sunda Kelapa

Bentuk kerjasama yang dilakukan oleh masyarakat Sunda Kelapa dengan bangsa asing lainnya, berupa perniagaan antar bangsa. Terlebih sejak dahulu nusantara sudah terkenal sebagai pemasok rempah-rempah terbesar di kawasan Asia. Dan Sunda Kelapa merupakan salah satu tempat pemasarannya. Di tambah pula jika meninjau dari  letak geografis, kawasan nusantara begitu strategis dan termasuk ke dalam jalur perdagangan antar bangsa yang di kenal dengan istilah “jalur sutra”.

Selain kestrategisan dan kesohoran sebagai bangsa penghasil rempah-rempah, Sunda Kelapa juga memiliki potensi sumber daya alam lain, seperti sumber daya kelautannya.[18] Hal itu tak lain karena sebagian besar kawasan nusantara merupakan laut, bahkan luasnya sekitar dua pertiga.

Motif lain yang melatari kerjasama antar bangsa di Sunda Kelapa

Kerjasama dalam bidang perniagaan yang terjadi dahulu di Sunda Kelapa, ternyata tidak hanya didasari oleh motif ekonomi saja. Melainkan juga oleh motif lainnya seperti agama. Hal itu yang dapat ditelusuri dari datangnya banyak saudagar Arab ke nusantara, khususnya ke Sunda Kelapa.

Selain datang untuk berniaga, mereka juga membawa misi khusus untuk mensyiarkan suatu agama. Melalui media perniagaan, mereka menyampaikan nilai-nilai kebaikan suatu agama. Sehingga akhirnya ada respon balik dari masyarakat pribumi untuk lebih mengenal ajaran agama baru yang dikenalkan oeh mereka.

Adanya kontak dengan bangsa Asing, seperti Arab, Persia, maupun Cina lambat laun menimbulkan terjadinya difusi budaya. Salah satu bentuknya melalui perkawinan lintas bangsa. Hasil perkawinan tersebut menghasilkan generasi baru dengan budaya baru pula. Sehingga menambah keanekaragaman budaya maupun suku bangsa di Sunda Kelapa.[19]

Jika dahulu sebelum adanya kontak dengan bangsa lain, masyarakat Sunda Kelapa beretnis Sunda atau Jawa. Maka setelah adanya asimilasi, terjadi kemajemukan suku bangsa. Jika dahulu masyarakat Sunda Kelapa di bawah kekuasaan Kerajaan Sunda Padjajaran menganut ajaran Hindu-Budha. Kemudian setelah adanya akulturasi dengan bangsa Arab maupun Cina menambah keragaman agama.

(bersambung)


[18] Jakarta atau dikenal dahulu dengan Sunda Kelapa, dengan kondisi geografis lautan yang lebih luas dari daratan memiliki potensi sumber daya laut yang cukup besar, yakni berupa sumber daya mineral dan hasil laut.

(http://www.jakarta.go.id/v70/index.php/en/tentang-jakarta/sumber-kekayaan-alam)

[19] Keanekaragaman ditambah dengan pengaruh bangsa asing melahirkan keanekaragaman corak seni dan budaya. Beberapa lamanya daerah ini menjadi tempat berkumpulnya berbagai bangsa dan suku suku bangsa dan bermacam-macam adat istiadat, bahasa dan budaya daerah masing-masing. Berbaurnya suku-suku bangsa dari seluruh tanah air dengan bangsa lain seperti Cina, Arab, Turki, Persia, Inggris dan Belanda mengakibatkan terjadinya perkawinan di antara mereka, sehingga terjadilah perpaduan adat istiadat, budaya dan falsafah hidup hingga melahirkan corak budaya dan tata cara yang baru.

(http://www.jakarta.go.id/v70/index.php/en/component/content/article/135-fron-page-art-pict/375-budaya)

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s