Mengenal Jakarta(3)

Pemerintahan Belanda di Batavia berlangsung sekitar tiga setengah abad lamanya. Terhitung dari awal abad ke-17 hingga pertengahan abad ke-20, berbarengan dengan kian panasnya pergolakan politik antar negara-negara di dunia. Berakhirnya pemerintahan Belanda tersebut dikarenakan perebutan kekuasaan secara paksa. Yaitu oleh bangsa Jepang dari timur Asia.

Keberhasilan Jepang mengambil alih kekuasaan di Batavia pun tidak datang dengan sendirinya. Selain factor militer, keberhasilan pasukan Jepang (Dai Nippon) dikarenakan juga factor budaya. Yaitu dengan adanya budaya atau mitos yang berkembang di nusantara. Mengenai konsep “akan hadirnya Ratu Adil” di nusantara yang akan membawa rakyat Indonesia merdeka.

Dalam mitos tersebut diterangkan bahwa akan datangnya Ratu Adil yang bercirikan fisik berkulit kuning dan berasal dari benua yang sama, yaitu Asia. Dan ciri fisik itu akhirnya menjurus pada bangsa Jepang yang kala itu memang tengah berjaya. Dengan militer yang kuat dari berbagai armada, baik itu darat, laut, maupun udara.

Berakhirnya sepenggal cerita mengenai sebuah nama; Stad Batavia

Masa pendudukan Jepang dimulai pada tahun seribu sembilan ratus empat puluh dua.[15] Sejak saat itu bangsa Jepang-lah yang memerintah di Kota Batavia. Dengan otoritas yang dimilikinya, Jepang mengganti nama Batavia menjadi Jakarta Toko Betsu Shi.[16] Namun lebih terdengar familiar di telinga rakyat pribumi dengan nama Jakarta.

Pergantian nama tersebut dikarenakan Jepang ingin mengapus unsur-unsur yang berbau Belanda. Dan juga karena factor ejaan Jakarta yang sesuai dengan bahasa Sansekerta. Sehingga mempermudah rakyat pribumi untuk melafazkannya.

Pemerintahan Jepang di Jakarta tidaklah berlangsung lama. Hal tersebut dikarenakan adanya pergolakan politik, baik dalam maupun luar negeri Pemerintahan Jepang. Terutama dalam politik luar negeri, Jepang kala itu tengah menghadapi perang yang berkecamuk di dunia. Yang di kenal dengan perang dunia kedua.

Untuk menghadapi perang dunia kedua, mau tak mau Jepang mengerahkan semua bala tentara. Termasuk merekrut orang pribumi untuk dilatih menjadi seorang prajurit dan ksatria. Maka didirikanlah organisasi kepatriotan yang bertujuan membela tanah air, dengan nama PETA.

Pada masa krusial itulah terjalin suatu kerjasama. Antara pemerintah Jepang dengan rakyat Indonesia. Jika rakyat Indonesia mau membantu pasukan Jepang menghadapi tentara sekutu yang memeranginya. Maka Jepang akan memberikan imbalan kepada bangsa Indonesia berupa negara yang merdeka.

Disahkannya nama Jakarta oleh pemerintahan bangsa sendiri pasca Indonesia merdeka.

Akhirnya harapan yang dinanti pun tercipta. Tanah air yang merdeka terdeklarasi pula pada tahun empat lima. Deklarasi itu dibacakan oleh duet pahlawan nasional, Soekarno dan Hatta. Pembacaan deklarasi kemerdekaan tersebut bertempat di bilangan Menteng, Jakarta.

Beberapa hari kemudian pasca deklarasi kemerdekaan terjadilah sebuah gerakan besar massa. Yang terjadi pula di sebuah lapangan di pusat kota Jakarta. Tujuan gerakan massa tersebut tak lain adalah untuk mendukung kemerdekaan Indonesia.

Pada September 1945, untuk pertama kalinya di bawah pemerintahan bangsa sendiri, nama Jakarta pun disahkan dengan nama Pemerintah Nasional Kota Jakarta.[17] Hingga saat ini nama Jakarta menjadi nama resmi bagi Ibukota Negara.

(bersambung)


[15] Ibid., http://id.wikipedia.org/wiki/Sunda_Kelapa

[16] Op. Cit., http://www.jakarta.go.id/v70/index.php/en/component/content/article/135-fron-page-art-pict/376-sejarah-jakarta

[17] Ibid.,

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s