Sampah, lingkungan dan warga

Sampah, menjadi sebuah problematika dalam kehidupan warga. Terutama bagi warga ibukota. Bayangkan dengan jumlah penduduk yang besar, sekitar 8,4 juta jiwa (berdasarkan data sensus penduduk tahun 2000), secara linear mendongkrak tingkat konsumsi yang tinggi pula. Hal tersebut secara implisit menegaskan bahwa tingginya tingkat konsumtif warga ibukota ditinjau dari jumlah penduduk, mengindikasikan besarnya sampah yang dihasilkan oleh mereka.

Problematika sampah atau limbah yang dihasilkan oleh warga ibukota ini menunjukkan suatu permasalahan yang serius tentunya. Jika mengkorelasikan dengan kondisi saat ini, besarnya jumlah sampah yang dihasilkan oleh warga secara langsung berdampak negative terhadap lingkungan ibukota. Contoh saja fenomena umum yang terjadi tiap harinya. Warga yang menetap di daerah pinggir sungai, pada kesehariannya kerap membuang sampah ke sana.

Prilaku hidup seperti itu bukanlah suatu hal yang aneh atau sebatas berita belaka. Namun telah menjadi fenomena umum dan prilaku yang biasa. Apalagi jika melihat kondisi saat ini, telah terjadi disfungsi terhadap sungai-sungai yang berada di wilayah ibukota. Fungsi sungai tidak lagi menjadi penyeimbang ekosistem seperti dahulu kala. Tetapi berubah menjadi tempat penampungan sampah (TPS) sementara. Dan nanti akan dibawa mengalir hingga ke TPS akhir Laut Jawa.

Prilaku hidup demikian tampaknya memang sederhana, namun jika disadari eksesnya berdampak lama. Seperti banjir yang pada tiap tahunnya semakin parah dan kian mengundang bahaya. Padahal salah satu penyebabnya adalah sampah yang dibuang sembarang, seperti yang telah diuraikan sebelumnya.

Tak hanya banjir, berbagai penyakitpun dapat ikut mengancam para warga. Terutama mereka yang tinggal di dekat “TPS” yang berhubungan langsung dengan sumbernya.

Karena jika air sungai yang telah dipenuhi sampah itu meluap akibat banjir dan memasuki pemukiman warga, sudah dipastikan sumber-sumber penyakitpun akan ikut serta. Maka tak ayal jika para warga yang menjadi korban tersebut kerap mengidap penyakit diare dan sebagainya.

Problematika sampah merupakan salah satu contoh yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup ibukota. Untuk itu dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, hendaknya warga ibukota mulai saat ini menanamkan sikap cinta terhadap lingkungan sekitarnya. Karena lingkungan yang sehat akan berdampak baik pula terhadap kesehatan manusia didalamnya.(Fly)

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s