Kaitan sensus penduduk dengan kepadatan dan penyebaran

Sensus penduduk, suatu jenis kegiatan dalam konteks kependudukan. Yaitu suatu kegiatan untuk mencacah jumlah penduduk yang terdapat dalam satu wilayah kesatuan. Dan yang biasa dilakukan adalah proses pencacahan penduduk dalam suatu negara bangsa ataupun juga perkotaan. Mengingat data yang diperoleh dari kegiatan tersebut sangat bermanfaat dalam rangka pengembangan demi suatu kemajuan.

Indonesia dalam konteks kependudukan

Dalam konteks Indonesia, tahun ini merupakan momen yang penting dalam mengetahui jumlah penduduk secara keseluruhan. Karena pada tahun ini bertepatan dengan jatuhnya pelaksanaan sensus penduduk sepuluh tahunan. Pada sensus sebelumnya tahun 2000, telah diperoleh database mulai dari jumlah penduduk Indonesia keseluruhan, angka kelahiran dan kematian, kepadatan suatu wilayah, hingga persentase pertumbuhan.

Menurut data hasil sensus tahun 2000, diperoleh sejumlah angka berkisar 205 juta jiwa untuk jumlah penduduk Indonesia secara keseluruhan. Dan diperoleh juga kalkulasi angka sekitar 103 jiwa perkilometer persegi untuk wilayah Pulau Jawa dalam konteks kepadatan.

Ketidakmerataan kepadatan

Kepadatan penduduk di Pulau Jawa mengindikasikan bahwa adanya suatu ketimpangan. Yaitu jika mengaitkan dengan wilayah lainnya dan melakukan perbandingan. Karena sekitar 121 juta jiwa tinggal di pulai ini, atau sekitar 60 persen dari jumlah penduduk Indonesia keseluruhan.

Fenomena tersebut menimbulkan sebuah pertanyaan. Bagaimana hal ini dapat terjadi, mengingat Indonesia memiliki luasnya wilayah dan lahan? Terhampar dari pelosok timur hingga barat, dari ujung utara hingga ke selatan.

Program kebijakan demi pemerataan

Seyogyanya keluasan wilayah nusantara dapat diberdayakan oleh kita semua, terutama bagi para pemegang kebijakan. Seperti pada rezim terdahulu yang melaksanakan program transmigrasi ke pedesaan. Tujuannya tak lain adalah demi mewujudkan kemerataan.

Jika dicermati program transmigrasi memiliki tingkat keberhasilan yang cukup signifikan. Studi kasus; DKI Jakarta (menurut data BPS) pada tahun 1990 berjumlah 8,2 juta jiwa, ternyata sempat bertambah di tahun 1995 (Sensus Penduduk Antar Sensus; SUPAS) menjadi 9,11 juta jiwa, namun berkurang kembali di tahun 2000 menjadi 8,3 juta jiwa berkat suatu kebijakan.

Sukseskan sensus penduduk sepuluh tahunan

Namun hal tersebut bukanlah lantas menjadi sebuah patokan. Karena akan diperbaharui kembali melalui sensus tahun ini yang tengah berjalan. Nah, dengan penjelasan diatas terlihat jelas bagaimana manfaat dari sensus dalam konteks kependudukan.

Untuk itu marilah kita ikut serta dalam menyukseskan penyelenggaraan sensus tahun ini. Agar data yang diperoleh lebih mendekati kevaliditasan. Dengan itu maka akan bermanfaat bagi kita semua terutama pemerintah dalam mengambil suatu kebijakan dalam konteks kependudukan.(Fly)

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s